Coldplay – The Biography

Coldplay Foto
Chris Martin, Jon Buckland, Will Champion, dan Guy Berryman adalah empat orang mahasiswa yang membentuk sebuah band bernama Coldplay di tahun 1996. Mereka merupakan mahasiswa University College London  Chris yang mengambil jurusan sejarah purbakala, Jon pada Matematika dan Astronomi, Will mengambil antropologi, dan Guy adalah mahasiswa tehnik. Chris dan Jon telah bermain gitar sejak mereka menginjak remaja. Guy adalah  pemain Bass dan Will mengambil posisi sebagai drummer.

Coldplay’s EP
Coldplay memproklamirkan hari jadi mereka pada tanggal 16 Januari 1998 dan mereka pun merilis EP pertamanya ‘Safety’ yang mereka biayai sendiri pada tahun yang sama. Pada saat itu, mereka membuat EP sebanyak 500 kopi dan sebagian besar habis dibagikan kepada teman dan label rekaman sekitar London. Hanya sekitar 50 kopi saja yang tersisa untuk dijual. Suatu ketika, Coldplay terlihat oleh seorang wakil pemegang saham dari Fierce Panda Records saat sedang bermain di Camden. Akhirnya beliau menawarkan untuk memproduksi EP mereka selanjutnya pada label tersebut.

Pada tahun 1999, setelah lulus dari UCL, mereka menandatangani perjanjian dengan Parlophone Records untuk kontrak sebanyak lima album yang menjadi label mereka hingga saat ini. Setelah penampilan sensasional mereka di Glastonbury Festival, Coldplay kembali masuk studio rekaman untuk membuat EP mereka selanjutnya.
Sesi recording ini sempat terganggu karena insiden yang membuat Chris mengeluarkan Will dari band  pada akhirnya Chris menyadari kesalahannya dan meminta agar Will bergabung kembali, namun akhirnya EP kedua mereka ‘The Blue Room’ dirilis pada bulan oktober 1999. Setelah peristiwa itu, Coldplay berubah menjadi sebuah band yang demokratis  profit dibagikan sama rata, setiap personil memiliki kedudukan yang sama, dan band akan mengeluarkan personil yang menggunakan narkoba.
Parachutes
November 1999, Coldplay fokus untuk membuat debut album pertama mereka. Mereka menghabiskan momen tahun baru untuk menyelesaikan lagu ‘yellow’ dan ‘everything’s not lost’. Setelah merilis tiga buah EP tanpa lagu hits, coldplay akhirnya masuk top 40 tangga lagu Inggris dengan single ‘shiver’ yang rilis Maret 2000, lagu ini juga masuk MTV.
Bulan Juni tahun 2000 merupakan masa-masa terindah bagi sejarah Coldplay.  Mereka melakukan tur pertamanya setelah single mereka selanjutnya ‘yellow’, masuk empat besar tangga lagu di Inggris dan menjadi perhatian publik hampir di seluruh dunia.
Sekitar satu bulan kemudian, tepatnya pada bulan Juli tahun 2000, akhirnya Coldplay merilis album mereka yang diberi nama ‘Parachutes’ disaat single ‘yellow’ sedang berada di urutan puncak tangga lagu Inggris. Oleh label mereka Parlophone, album ini diprediksi hanya akan terjual sebanyak 40.000 kopi saja. Namun hingga akhir natal, album ini telah terjual sebanyak 1,6 juta kopi di Inggris saja. Hingga pada akhirnya ‘Parachutes’ menjadi salah satu nominasi di ajang Mercury Music Prize pada September 2000.
A Rush of Blood to The Head
Oktober 2001 mereka kembali dengan penggarapan album kedua. Setelah hampir setahun, akhirnya pada Agustus 2002 album ini dirilis dengan single populernya yang berjudul ‘In My Place’, ‘The Scientist’ dan ‘Clocks’
Selama tur ‘A Rush of Blood to the Head’, mereka mengunjungi lima benua dan tampil kembali di Glastonbury Festival dan Rock Werchter. Selama tur, mereka merekam seluruh konser mereka dalam format CD dan DVD.
Rolling Stone magazine menobatkan mereka sebagai best artist dan best band of the year. Album ini pun membawa Coldplay memenangkan beberapa penghargaan grammy.
X&Y
Sepanjang tahun 2004, Coldplay menghilang dari pemberitaan. Mereka beristirahat dari tur panjangnya dan berkonsentrasi untuk album ketiga. Di bulan Mei, Chris dan istrinya Gwyneth Paltrow, merayakan kelahiran anak pertamanya yang diberi nama Apple. Album ketiga mereka rilis pada bulan Juni 2005 di Inggris dan Eropa. Album ini menjadi best-selling album-karena penjualannya yang mencapai 8,3 juta kopi di seluruh dunia serta, third-fastest selling album-sepanjang sejarah chart tangga lagu Inggris, dan berada di urutan pertama tangga lagu 30 negara seluruh dunia. Single andalan mereka di album ini adalah ‘Speed of Sound’, ‘Fix You’, dan ‘Talk’.
Viva La Vida or Death and All His Friends
Single pertama mereka dari album ini yang berjudul ‘Violet Hill’ pertama kali dirilis di website mereka pada 29 April 2008 pukul 12.15pm (GMT +0). Selang satu minggu kemudian, lagu ini telah di download sebanyak dua juta kali oleh seluruh pengemar Coldplay seluruh dunia.
Lewat album ini, Coldplay kembali dinominasikan di tujuh penghargaan Grammy yaitu : Album of The Year, Record of The Year, Song of The Year, Best Pop Vocal Performance by Duo or Group, Best Rock Song, Best Rock Performance by a Duo or Grou,dan Best Rock Album.
Namun pada bulan Desember 2008, gitaris Joe Satriani mengklaim bahwa Coldplay meniru salah satu instrumen dari lagu miliknya ‘If I Could Fly’ yang diambil dari album ‘Is There Love In Space?’  yang digunakan pada lagu ‘Viva La Vida’. Namun melalui situsnya Coldplay mengkonfirmasi bahwa kesamaan dalam dua buah karya mereka merupakan ketidaksengajaan. Coldplay juga menyatakan bahwa mereka terkejut-sama seperti Joe, dengan adanya kesamaan pada salah satu instrument di lagu tersebut.

Penghargaan yang pernah diraih Coldplay <<

0 komentar:

No Spam
And
Live Link