10 Film Terbaik Sepanjang Tahun 2012


10. The Invisible War



The Invisible War, sebuah film yang langsung menjadi kontroversi bahkan sebelum dirilis, menceritakan tentang tuduhan pemerkosaan di tubuh militer AS.

Film yang disutradarai Kirby Dick itu mengungkapkan ada sekitar 500.000 pengaduan pemerkosaan yang terjadi di militer AS dengan tentara wanita sebagai korban. Bahkan dikatakan tentara wanita lebih mungkin mendapatkan pelecehan seksual ketimbang tertembak saat perang.

Beberapa korban yang diwawancara dalam film itu menceritakan bagaimana mereka dimarginalisasikan dan mendapat ancaman dari pelaku pemerkosaan. Film ini telah membuat dampak, saat ditonton oleh Menteri Pertahanan Leon Panetta pada pemutaran awal April lalu. Dia langsung mengumumkan perbaikan dalam metode penyelidikan perkosaan di tubuh militer.



Namun, perubahan tersebut masih belum cukup, karena perlu kekuatan lebih besar untuk memutus mata rantai yang ada selama ini. Menurut temuan dari film itu, hanya 8% kasus kekerasan seksual yang diadili di militer, dengan 2% persen diantaranya mengarah pada vonis hukuman.

Film The Invisible War juga mendapat sambutan positif di Festival Film Sundance dan meraih penghargaan dari penonton sebagai film dokumenter terbaik. Rencananya, film tersebut akan dirilis secara luas di AS pada 22 Juni.


9. Frankenweenie



Tim Burton memang punya gaya yang sedikit menyeramkan dalam menggarap film, meskipun film tersebut adalah sebuah film animasi. Karya terbarunya, FRANKENWEENIE dengan nuansa gothic yang diusungnya bisa menjadi bukti. Menanggapi hal tersebut, Burton menyatakan bahwa film-filmnya tidaklah menakutkan. Menurutnya, FRANKENWEENIE cocok untuk anak-anak terlepas dari kisahnya yang eksentrik, anjing yang hidup kembali.

"Tidak ada teriakan dalam film ini. Tidak ada tubuh yang diremukkan. Aku merasa bahwa film ini adalah cara yang paling aman dan positif untuk mengeksplorasi tema supranatural," tegas sang sutradara kepada Reuters. Alih-alih menggolongkannya sebagai sebuah film horor, Burton menyebutnya sebagai film fantasi.



Satu yang patut dipuji adalah Burton berani menggunakan teknik stop motion untuk menggarap film ini. Proses ini jelas menyita banyak waktunya. "Animasi anjing tanah liat ini begitu menyita waktu. Kami sampai punya rumah sakit boneka karena ada banyak sekali sobekan," candanya. Detil tokoh anjing dalam film ini memang sungguh rumit. Untuk melihat betapa rumitnya karya Tim Burton terbaru ini, saksikan filmnya di bioskop. Saat ini FRANKENWEENIE sudah tayang di Amerika namun belum untuk konsumsi Indonesia.


8. Dragon (Wu Xia)



Wu Xia adalah sebuah film Mandarin tahun 2011 yang disutradarai Peter Chan. Film ini akan dibintangi oleh Donnie Yen, Takeshi Kaneshiro, Tang Wei. Film ini rencananya akan dirilis bulan agustus 2011. Film ini adalah remake dari film dekade 1960-an "One Armed Swordsman" yang dibintangi oleh Jimmy Wang Yu. Jimmy Wang juga terlibat dalam film ini. Sutradara Peter Chan terakhir kali terakhir kali menyutradai film Warlord [2007] dan memproduseri film Bodyguards and Assassins [2009] dan Mr and Mrs Incredible [2011].



Peter Chan berambisi menjadikan film "Wu Xia" ini seperti film besar lainnya , Crouching Tiger, Hidden Dragon , mendemonstrasikan sebuah seni bela diri dengan menambahkan elemen medical dan ilmiah kedalam koreografi adegan laga. Peter Chan percaya bahwa ambisi itu bisa terwujud melalui Donnie Yen yang dianggap sebagai action director terbaik didunia saat ini.[1] Film ini berbiaya 20 juta dollar USD. Dan proses pembuatannya dilakukan di sebuah kota kecil , Tengchong ,provinsi Yunnan.


7. Dark Horse



Abe Wertheimer (Jordan Gelber) adalah seorang berprestasi. Gendut dan 35 tahun, ia tinggal bersama orang tuanya (Mia Farrow dan Christopher Walken) dan kamar tidurnya berisi dengan poster film fantasi dan action figure Simpsons yang lebih cocok untuk usia 12 tahun. Namun saat ia mencium Miranda (Selma Blair), sebuah depresi melanda, ia merenung, "Oh Tuhan, itu tidak mengerikan." Satu atau dua perempuan, termasuk sekretaris ayahnya (Donna Murphy), cinta Abe, dalam cara yang anak protektif mungkin menghargainya.



Atau kasih sayang mereka hanya ada di salah satu lamunan Abe, yang sering muncul dan diam-diam di manis komedi Todd Solondz itu, romantic neurotik. Beberapa orang melihat sisi sadis dan mengejek film-film Solondz sebelumnyaini (Welcome to the Dollhouse, Happiness, Life During Wartime), kami pikir mereka menunjukkan empati berani bagi orang biasa mampu perilaku mengerikan. Setiap kesalahpahaman tentang sikap penulis-sutradara dihapus dengan menonton Dark Horse. Jelek dan indah dalam kemenangan Solondz yang lembut.


6. Zero Dark Thirty



CIA tampaknya ketakutan. Gebrakan sutradara dan penulis naskah Zero Dark Thirty, Kathryn Bigelow dan Mark Boal untuk mengungkap detail informasi dari sosok teroris legendaris, Osama Bin Laden tampaknya membuat gelisah agen mata-mata nomer satu Amerika Serikat tersebut.

Kebutuhan film terbaru mereka, Zero Dark Thirty yang akan mengangkat kisah perjalanan hidup pemimpin Al-Qaeda tersebut dari serangan 11 September 2001 lalu hingga kematiannya di tangan pasukan khusus Amerika Serikat pada Mei 2011 lalu memberikan tantangan sendiri untuk CIA. Pasalnya, mereka setidaknya harus melayani Bigelow dan Boal dengan informasi men-detail.

Adalah fakta kalau Bin Laden adalah mantan anak buahnya yang membuat CIA tutup mulut. Hal ini yang membuat kesulitan Bigelow dan Boal untuk menguak semuanya. "Saya jelas melakukan banyak pekerjaan rumah tetapi saya tidak pernah menanyakan hal yang lebih spesifik. Bahkan saya tidak mendapatkan lebih jelasnya." ungkap Boal yang dilansir Aceshowbiz.



"Saya pikir sejauh kontroversi ini berjalan, Anda tahu kalau film ini akan dirilis beberapa bulan sebelum pemilihan umum presiden Amerika Serikat." tambahnya.

Sementara itu sang sutradara mengaku menggunakan rekaman asli saat Osama Bin Laden disergap pasukan khusus di Pakistan meski dirinya harus mereka ulangnya. "Semua yang kita temukan dari video tersebut, kita reka ulang. Dari gambar ke gambar." ungkap Bingelow.

Zero Dark Thirty akan dirilis pada 19 Desember mendatang. Dibintangi  Jessica Chastain, Chris Pratt, Kyle Chandler, Édgar Ramírez dan Joel Edgerton, film bergenre action ini akan mampu membuka mata para penontonya.


5. The Dark Knight Rises



Musim panas 2012 ini sepertinya akan menjadi ‘akhir’ dari kelanjutan kisah Batman. Setelah diproduksi dengan judul The Dark Knight pada 2008 lalu, Batman kembali lagi untuk melindungi Gotham City dengan judul The Dark Knight Rises.

Christopher Nolan yang kembali untuk menangani film Batman The Dark Knight Rises menceritakan bahwa film Batman ketiga baginya ini akan menjadi akhir perjalanan si manusia kelelawar tersebut. Disini Bruce Wayne, diceritakan akan kembali sebagai Batman 8 tahun setelah ia mengalahkan Two-Faces (The Dark Knight : 2008). Dan Batman akan menghadapi seorang teroris bernama Bane.

Bane sendiri diceritakan sebagai seorang teroris yang secara fisik dan mental memiliki sifat yang sadis dan brutal. Diceritakan bahwa Bane akan tampil menggunakan jubah dan masker. Namun Bane dalam film The Dark Knight Rises ini berbeda dengan Bane dalam Batman & Robin yang menjadi anak buah Poison Ivy. Disini, Bane digambarkan dengan lebih cerdas dan ganas.



Cerita film Batman The Dark Knight Rises ini dipastikan akan menjadi akhir cerita Batman yang sangat seru. Selain menceritakan bagaimana Bruce Wayne kembali menjadi Batman dengan fisik yang tidak lagi muda, disini Batman juga harus melindungi Kota Gotham yang sudah men-cap dirinya sebagai seorang penjahat. Tak hanya itu, disini Batman juga akan berduet dengan tokoh superhero sexy, Catwoman.

Film Batman The Dark Knight Rises yang diperkirakan menelan dana lebih dari $250.000.000 masih menghadirkan Christian Bale sebagai tokoh Bruce Wayne / Batman. Selain Bale, film The Dark Knight Rises juga akan diramaikan oleh Anne Hathaway, Tom Hardy, Joseph Gordon-Levitt, Liam Neeson, Morgan Freeman dan banyak lainnya. Film The Dark Knight Rises rencananya akan tayang di bioskop mulai 20 Juli 2012.


4. Anna Karenina



Akhir pekan lalu sebuah film adaptasi karya penulis Rusia, Leo Tolstoy mulai diputar di gedung-gedung bioskop Amerika. Film ‘Anna Karenina’ menghidupkan kembali imajinasi Tolstoy mengenai  kekuasaan dan kisah cinta tragis para elit Rusia pada abad ke-18.

Film ini mengisahkan kehidupan seorang perempuan elit Rusia bernama  Anna yang menikah muda dengan seorang pejabat serta hubungan cintanya dengan seorang laki-laki lain, Count Vronsky. Anna Karenina kemudian mendapati dirinya terjebak dalam pilihan sulit perkawinan, cinta dan citranya dalam masyarakat.

Keira  Knightley yang memerankan tokoh Anna mengatakan bahwa tragedi terbesar Anna adalah tidak mengetahui apa yang dihadapinya.



“Sewaktu Anna  merasakan cinta dan birahi untuk pertama kalinya pada usia 28 tahun, itulah yang dianggapnya cinta. Sebelumnya ia tidak memahami hal lain tentang cinta,” ujar Knightley.

Ia menambahkan kesalahpahaman tentang cinta menghancurkan Anna Karenina. Menurut Knightley,  setelah api asmara Anna dengan Count Vronsky mulai pudar ia kemudian menyadari apa yang dialaminya bukanlah cinta, namun percikan birahi yang hanyalah bagian kecil dari cinta.

Film ‘Anna Karenina’ dibintangi juga oleh Jude Law yang memerankan Aleksei Alexandrovich Karenin, suami Anna. Mengambil lokasi di Inggris dan Rusia, film ini disutradarai oleh Joe Wright yang sukses mengarahkan film ‘Pride and Prejudice’


3. Life of Pi



Drama adaptasi novel LIFE OF PI yang digarap Ang Lee telah merilis trailer internasionalnya. Klip dengan subtitle bahasa Vietnam ini berfokus pada pengenalan sang tokoh utama, Piscine 'Pi' Patel.
Pi (Suraj Sharma) harus menghadapi peristiwa hebat yang mengubah hidupnya saat hendak pindah bersama keluarganya dan kebun binatangnya dari India ke Kanada.

Trailer yang memakai lagi Coldplay, Paradise ini juga banyak menyuguhkan adegan ketika Pi terapung di atas sekoci bersama harimau Richard Parker. LIFE OF PI bakal memaparkan kisah hidupnya di tengah laut selama 200 hari lamanya.

Kisah menarik ini diangkat dari novel laris karangan Yann Martel. Novel tersebut diubah menjadi naskah oleh penulis kelas Oscar, David Magee (FINDING NEVERLAND). Ang Lee menggaet aktor Gérard Depardieu dan aktris Bollywood, Tabu.



Bintang SPIDER-MAN, Tobey Maguire mulanya diajak untuk berperan sebagai jurnalis Martel dalam film. Rencana tersebut urung terlaksana sebab Lee ingin agar filmnya diperankan oleh pemain dari seluruh penjuru dunia. Akhirnya peran tersebut jatuh kepada Rafe Spall.

Menanggapi hal tersebut, sang aktor santai berkomentar, "Aku mendukung penuh keputusan berbeda Ang atas peran ini. Kulihat hasilnya sungguh indah."

LIFE OF PI tayang serentak di Amerika Utara pada 21 November nanti.


2. Beasts of the Southern Wild



Tidak dapat dipungkiri bahwa festival film adalah sebuah ajang pembuktian bagi para sineas, baik untuk sineas senior ataupun debutan. Salah satu ajang paling bergengsi bagi para sineas debutan yang masih berkutat dalam wilayah film indie adalah Sundance Film Festival. Tahun ini, dalam festival yang diselenggarakan di Utah, Amerika Serikat ini, muncul film berjudul BEAST OF THE SOUTHERN WILD yang dibesut seorang sineas muda berbakat yang terkenal dengan film-film pendeknya, Benh Zeitlin.

"I see that I am a little piece of a big, big universe, and that makes it right." - Hushpuppy

Mengambil tema tentang kemiskinan dan perjuangan, BEAST OF THE SOUTHERN WILD besutan sutradara berusia 29 tahun ini bercerita tentang usaha seorang anak berusia 6 tahun bernama Hushpuppy (Quvenzhane) dengan ayahnya, Wink (Henry), mencari ibunya yang hilang, sekaligus bertahan hidup di tengah dunia yang mulai hancur akibat pasangnya air laut. Bertahan hidup dengan tinggal di sebuah 'bathtub', Hushpuppy belajar tentang soal kerasnya hidup dari sang ayah.

Namun, di tengah dunia yang sekarat ini serta dihadapkan dengan kondisi sang ayah yang tengah menderita satu penyakit misterius, tidak membuat si anak kecil berambut keriting ini terpuruk. Hal ini malah memberikannya sebuah harapan tentang kehidupan lebih baik yang tergambar melalui imajinasi tentang kemunculan kembali satu spesies banteng (auroch) prasejarah yang telah punah.



Walaupun memiliki cerita yang sederhana, BEAST OF THE SOUTHERN WILD pada mulanya adalah sebuah naskah drama berjudul JUICY AND DELICIOUS. Karya Lucy Alibar yang notabene merupakan teman sang sineas ini menyajikan sebuah gambaran unik tentang bagaimana harapan dapat muncul dalam setiap keterpurukan dengan gambar-gambar yang memukau, serta visualisasi yang unik dari imajinasi Hushpuppy.

Melalui kecerdasan sang sutradara, film yang dibiayai oleh Cinereach us ini menggabungkan dua elemen penting dalam film, yakni cerita dan sinematografi secara seimbang. Untuk itu, BEAST OF THE SOUTHERN WILD yang dirilis pada perhelatan Sundance Film Festival tanggal 20 Januari silam ini, dianugerahi dengan dua penghargaan bergengsi, yakni Cinematography Award Dramatic dan Grand Jury Prize Dramatic.


1. Amour



Berumah tangga hingga beranjak tua bersama. Penulis sekaligus sutradara kelahiran Munich berusia 70 tahun, Michael Haneke punya pandangan tersendiri mengenai hal itu yang lantas dituangkannya dalam bentuk skrip. Pada akhirnya prestasi yang dicetak juga tidak main-main, Palme d'Or, penghargaan tertinggi pada ajang Festival Film Cannes 2012 mampu direnggutnya. Suatu kredibilitas yang tidak perlu diragukan lagi oleh moviegeek manapun termasuk Indonesia dimana film Perancis yang satu ini kebetulan mampir di Festival Film Eropa 2012 yang lebih dikenal dengan sebutan Europe On Screen.

Georges dan Anne telah berusia 80 tahunan, pensiun dari profesi pengajar musik untuk menghabiskan hari tua bersama di sebuah apartemen. Putri mereka, Eva yang juga musisi tinggal di luar negeri dengan suaminya yang berkebangsaan Inggris. Masalah muncul ketika mereka tengah sarapan bersama, Anne mematung dan melupakan segalanya. Ia terserang stroke yang secara perlahan mulai menggerogoti kesehatan dan kemampuannya. Meski demikian Georges tetap sabar merawat istrinya ketimbang memasukkannya ke rumah sakit. Namun ujian cinta yang sesungguhnya kemudian datang bertubi-tubi.

Jean-Louis Trintignant dan Emmanuelle Riva menyuguhkan akting luar biasa. Limitasi bahasa tubuh mereka benar-benar menggambarkan usia tua sesuai peranannya. Riva sebagai Anne tampil meyakinkan sebagai pesakitan tak berdaya yang perlahan memasuki fase “anak-anak” kembali. Lihat bagaimana labil dan sensitif dirinya yang masih ngotot mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Trintignant juga tak kalah mencengangkan sebagai suami penyayang yang ketahanan mentalnya terus diuji. Lihat bagaimana ketakutannya begitu terpancar melihat wanita yang dicintainya mulai “menghilang”.



Hanya satu adegan yang disyut Haneke terjadi di luar apartemen. Selebihnya setiap ruangan bergaya Paris fully-furnished benar-benar dimaksimalkan untuk setting indoor yang tak jarang menciptakan unsur klastrofobia. Suasana sepi nan depresif juga dibangkitkan lewat minimnya scoring music sehingga yang tersisa hanyalah denting piano di satu dua bagian. Selebihnya adalah suara natural pemecah kesunyian seperti dering telepon, kucuran air kran, langkah kaki dsb. Tempo lambat juga memberikan kesempatan sebebas-bebasnya pada konflik untuk merambat perlahan meski akan sangat mengantuk atau membosankan bagi anda yang tak terbiasa.

Pelbagai metafora akan anda temui di sepanjang film. Setiap ruangan sempit dalam apartemen seakan melambangkan labirin pikiran penghuninya. Suasana mendung yang terus menyelimuti interior apartemen seperti menegaskan kemuraman hati Georges. Secercah sinar matahari yang menerobos masuk layaknya menyiratkan harapan hidup Anne yang tipis. Burung merpati yang tak sengaja masuk melalui jendela bagai simbolisasi penjara sekaligus kebebasan. Atau mimpi Georges yang terjebak di koridor banjir sambil diserang sosok tak dikenal sepatutnya mengggambarkan kekalutan jiwanya.

Kesabaran anda menonton Amour amat dibutuhkan layaknya kesabaran Georges memahami penderitaan Anne. Layaknya diajak mengamati aktifitas pasangan tua sehari-hari sekaligus menerka seberapa besar kadar cinta mereka terhadap satu sama lain lewat ujaran maaf atau terima kasih tanpa sungkan. Sesuatu yang pantas direnungkan, bagi yang memilih hidup melajang mampukah melewati hari tua seorang diri? Sedang bagi yang menikah bisakah menanggung (atau justru jadi tanggungan) beban pasangan? Kekhawatiran yang begitu mengusik dimana proses penuaan dan kematian adalah harga mati yang patut dibayar tiap manusia tanpa kecuali.






0 komentar:

No Spam
And
Live Link